" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > tahun baru imlek dan angpau < / h3 > " , " isi " :[ " yth . bapak ustadz ahmad sarwat , lc " , " di tempat . " , " warga tionghoa pada saat imlek nyata rasa syukur dengan bagi - bagi angpao , dan umat muslim di negeri ini seperti nggak peduli dari siapa angpao itu beri yang penting dapat walau sampai rebut . " , " agama islam ajar tangan di atas jauh lebih baik dari pada tangan di bawah , tapi mengapa " , " begitu rendah diri dengan harap beri dari kelompok lain yang bukan agama ? " , " sehingga suasana bagi daging qurban , zakat fitrah yang jelas dari umat muslim sama semarak dengan raya imlek yang tidak ada sangkut paut dengan hari - hari besar umat islam . " , " mohon jelas " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " thu 30 january 2014 06 : 26  " , "  8 . 122 views  n " , " n " , " n " , " yth . bapak ustadz ahmad sarwat , lc " , " di tempat . " , " warga tionghoa pada saat imlek nyata rasa syukur dengan bagi - bagi angpao , dan umat muslim di negeri ini seperti nggak peduli dari siapa angpao itu beri yang penting dapat walau sampai rebut . " , " agama islam ajar tangan di atas jauh lebih baik dari pada tangan di bawah , tapi mengapa " , " begitu rendah diri dengan harap beri dari kelompok lain yang bukan agama ? " , " sehingga suasana bagi daging qurban , zakat fitrah yang jelas dari umat muslim sama semarak dengan raya imlek yang tidak ada sangkut paut dengan hari - hari besar umat islam . " , " mohon jelas " , " n " , " anda benar ketika kutip nyata bahwa tangan yang di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah . jadi kita bagai muslim memang harus jadi donatur dan bukan jadi minta - minta . " , " hanya yang jadi masalah , banyak umat islam betul atau memang sengaja , umum ada di bawah garis batas kesejahteran , alias " , " . " , " perintah bagai pihak yang paling tanggung - jawab masalah sejahtera rakyat , rasa terlalu naif untuk minta pikir . alih - alih pikir rakyat , yang lintas di benak para jabat itu lebih sering tentang bagaimana bisa menang pada pilih , atau bagaimana langgeng kuasa . rakayt mau sedang mau susah , bukan urus saya . " , " demikian juga dengan organisasi massa agama , kalau bukan sibuk dengan konflik internal , yang nyaris tidak pernah selesai , biasa juga tidak punya sarana untuk makmur rakyat . " , " para ustadz dan da ' i bagaimana ? jangan minta mereka untuk pikir masalah ekonomi dan sejahtera umat . sebab mereka sendiri pun banyak juga ekonom lemah . dengan kecuali para da ' i selebriti yang sering muncul di televisi . ekonomi mereka mungkin sedikit tunjang , tapi jelas tidak mungkin minta untuk selesai problem miskin . " , " maka jadi kita , bangsa indonesia yang muslim ini , mayoritas ada di lembah miskin dan fakir yang akut . maka jangan salah kalau kita lihat bagi mereka di televisi lagi antri terima angpao . jangan salah mereka kalau harus paksa tadah tangan kepada non muslim . jangan salah mereka bila kampung murtad semua , karena tidak tahan dengan miskin yang lilit . " , " mungkin dalam hati mereka bilang ,  " sudah lah pak , jangan ribut masalah akidah , " , " perut saya ini lapar . siapa yang beri makan saya , maka saya ikut saja .  " , " , sudah demikian parah miskin di negeri ini , sampai kita harus jual agama dan akidah ? " , " padahal iman di dada ini adalah harga diri satu - satu yang masih bisa bangga . namun perut yang rintih minta isi , tangis bayi yang tidak punya susu , harga - harga yang makin tidak jangkau , lahan tani yang makin sempit , kerja yang tidak tentu , semua telah paksa umat ini untuk serah kalah . " , " benar ungkap bahwa kefakiranitu nyaris akan bawa kepada kafir . meski rakyat negeri ini hidup di atas negeri yang subur , dengan kaya alam berllimpah . tapi ribu sayang , semua itu justru tidak bisa nikmat oleh rakyat sendiri . sebab semua sudah lego untuk penting bangsa asing dengan sepakat timpang sama dengan para pegang birokrasi . " , " jadi pe - er besar buat teman - teman para da ' i yang nyata diri juang dari ' dalam birokrasi ' adalah buat bijak yang adil . bijak itu harus sudah bisa rasa hasil saat ini , tidak upa bijak yang bela kaum lemah , demi entas miskin dan fakir yang masih saja lekat di tubuh umat . " , " karena toh ketika dulu kampanye memang slogan - slogan itu yang selalu kumandang . sekarang tinggal kita tagih janji . bukankah janji itu hutang , ustadz ? "
